Welcome To My Blog And Join WIth Me

Kamis, 20 Februari 2014 in

Jaringan Nirkabel

                Jaringan nirkabel (Inggris: wireless network) adalah bidang disiplin yang berkaitan dengan komunikasi antar sistem komputer tanpa menggunakan kabel. Jaringan nirkabel ini sering dipakai untuk jaringan komputer baik pada jarak yang dekat (beberapa meter, memakai alat/pemancar bluetooth) maupun pada jarak jauh (lewat satelit). Bidang ini erat hubungannya dengan bidang telekomunikasi, teknologi informasi, dan teknik komputer. Jenis jaringan yang populer dalam kategori jaringan nirkabel ini meliputi: Jaringan kawasan lokal nirkabel (wireless LAN/WLAN), dan Wi-Fi.
Jaringan nirkabel biasanya menghubungkan satu sistem komputer dengan sistem yang lain dengan menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio, gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.
Pada tahun 1970 Norman Abramson, seorang profesor di University of Hawaii, mengembangkan komputer pertama di dunia jaringan komunikasi, ALOHAnet, menggunakan biaya rendah seperti ham-radio. Dengan bi-directional topologi bintang, sistem komputer yang terhubung tujuh ditempatkan lebih dari empat pulau untuk berkomunikasi dengan komputer pusat di Pulau Oahu tanpa menggunakan saluran telepon.
"Pada tahun 1979, FR Gfeller dan U. Bapst menerbitkan makalah di Proceedings IEEE pelaporan percobaan jaringan area lokal nirkabel menggunakan komunikasi infra merah disebarkan. Tak lama kemudian, pada tahun 1980, P. Ferrert melaporkan percobaan penerapan kode satu radio spread spectrum untuk komunikasi di terminal nirkabel IEEE Konferensi Telekomunikasi Nasional. Pada tahun 1984, perbandingan antara infra merah dan CDMA spread spectrum untuk komunikasi jaringan informasi kantor nirkabel diterbitkan oleh IEEE Kaveh Pahlavan di Jaringan Komputer Simposium yang muncul kemudian dalam IEEE Communication Society Magazine. Pada bulan Mei 1985, upaya Marcus memimpin FCC untuk mengumumkan ISM band eksperimental untuk aplikasi komersial teknologi spread spectrum. Belakangan, M. Kavehrad melaporkan percobaan sistem PBX nirkabel kode menggunakan Division Multiple Access. Upaya-upaya ini mendorong kegiatan industri yang signifikan dalam pengembangan dari generasi baru dari jaringan area lokal nirkabel dan diperbarui beberapa lama diskusi di radio portabel dan mobile industri.
Generasi pertama dari modem data nirkabel dikembangkan pada awal 1980-an oleh operator radio amatir, yang sering disebut sebagai radio paket ini. Mereka menambahkan komunikasi data pita suara modem, dengan kecepatan data di bawah 9.600-bit / s, untuk yang sudah ada sistem radio jarak pendek, biasanya dalam dua meter band amatir. Generasi kedua modem nirkabel dikembangkan FCC segera setelah pengumuman di band eksperimental untuk non-militer penggunaan spektrum penyebaran teknologi. Modem ini memiliki kecepatan data yang diberikan atas perintah ratusan kbit / s. Generasi ketiga modem nirkabel ditujukan untuk kompatibilitas dengan LAN yang ada dengan data tingkat atas perintah Mbit / s. Beberapa perusahaan yang mengembangkan produk-produk generasi ketiga dengan kecepatan data diatas 1 Mbit / s dan beberapa produk sudah diumumkan oleh waktu pertama IEEE Workshop on Wireless LAN.

Senin, 06 Januari 2014 in

Pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya
003 Router Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi “induk” dari DNS Server yang bersangkutan.
044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046
NetBIOS over TCP/IP Node Type
Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047 NetBIOS over TCP/IP Scope Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.

Rabu, 25 September 2013 in

Pengertian IP address Dan Kelas-Kelas nya

Saya Akan memposkan tentang Pengertian IP Address dan Kelas-Kelas Nya, yah Langsung aja cekidot haha .

IP address adalah sebuah alamat sebuah host yang terhubung dalam jaringan internet. bisa juga dalam jaringan Local Area Network (LAN). IP Address ada dua macam yaitu IP versi 4 (IPv4) dan IP versi 6 (IPv6).

IP versi 4 (IPv4) yang terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia, contoh nya yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.

IP versi 6 (IPv6) yang terdiri dari 128-bit, IP ini 4x dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4x dari 4.294.967.296, melainkan 4.294.967.296 pangkat 4, jadi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456

Organisasi yang mengatur alokasi IP address adalah IANA ( Internet Assigned Number Authority ), sehingga IANA lah yang mengatur penetapan parameter protokol internet negara-negara di dunia.

Kelas IP Address

KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah host Id, kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.

KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191

KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223

KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 – 239.255.255.255

KELAS E,  memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.

in

Tutorial Install Virtual BOX

Untuk yang masih bingung cara menginstal Virtual Box berikut adalah langkah-langkah yang saya buat untuk mencoba memudahkan anda dalam menggunakan Tools ini .



1. Setelah anda mendownload software Virtual Boxnya jalankan file atau klik 2 kali


 













2. Kemudian klik Next >















3.  Karena lokasi penyimpanan sudah otomatis pada System C:\ klik Next >

 













4. Klik Next > kemudian klik Yes untuk mulai menginstal
















5. Kemudian Klik Finish yang artinya penginstalan sudah selesai dan program telah terpasang dalam komputer anda .
 













Berikutnya anda bisa menggunakan Mesin Virtual ini untuk menjalankan beberapa OS di dalam OS yang anda pakai seperti Linux ataupun Windows lagi .

in

Jenis-Jenis Perintah Dasar Linux

  Kali Ini Saya Akan Mempostingkan Tentang Jenis-Jenis Perintah Dasar Pada Linux Yah Langsung saja baca artikel nya !!
  • cd – Pindah direktori. Perintah ini akan membuat anda berpindah ke direktori
  • pwd – Mencetak direktori aktif. Perintah ini memberitahu direktori kerja
  • ls – Melihat daftar file dari direktori aktif, dan (secara pilihan)menampilkan karakteristik-karakteristiknya.
  • cp – Mengkopi sebuah file (atau direktori).
  • mv – Memindah atau mengganti nama (rename) suatu file atau folder
  • rm – Menghapus sebuah direktori atau file.
  • rmdir – Menghapus direktori (direktori kosong)
  • mkdir – Membuat sebuah direktori.
  • chmod – Mengganti mode perlindungan (perizinan) pada file atau folder
  • chown – Mengganti nama dari pemilik/grup dari sebuah file atau folder.
  • chgrp – Mengganti grup pemilik dari sebuah file atau folder
  • chflags – Mengganti flag dari sebuah file atau folder
  • cat – Menampilkan isi dari file teks ASCII
  • grep – Mencari isi dari sebuah file teks, dan menampilkan baris yang mengandung kata atau pola yang diberikan.
  • head – Menampilkan beberapa baris awal pada file teks.
  • nano – Mengedit isi dari suatu file teks.
  • vi – Teks editor yang sangat ampuh yang hampir selalu terdapat dalam setiap installasi Linux
  • wc – Menghitung jumlah baris, kata atau karakter dari sebuah file teks.
  • man – menampilkan dokumentasi (manual pages) dari sebuah perintah.
  • apropos – menampilkan dokumentasi (manual pages) yang berhubungan dengan kata kunci yang telah diberikan
  • find – Memindai dan mencari pada struktur direktori dari file
  • tar – Perintah untuk bekerja dengan file arsip.
  • gzip – Melakukan kompresi pada file atau folder menjadi file dengan ekstensi .gz
  • date – Menampilkan jam dan tanggal waktu sekarang.
  • cal – Menampilkan kalender
  • touch – Mengubah waktu modifikasi dari sebuah file atau membuat sebuah file kosong (0 byte)
  • ps – Menampilkan proses yang berjalan pada sistem.
  • top – Menampilkan proses di sistem yang paling banyak menggunakan sumber daya CPU.
  • kill – Mematikan (atau memberikan sinyal lain pada) sebuah proses.
  • su – Super user
  • userdel – Menghapus user dari sistem.
  • passwd – Mengganti password user
  • ifconfig – Mengkonfigurasi interface jaringan.– Mematikan sistem
  • reboot – Me-restart sistem

Senin, 16 September 2013 in

Tutorial Install Ubuntu 13.04


Reinsert or leave the DVD in your DVD-ROM device, or the USB stick in the USB port, and reboot the computer in order to boot from it. Hit the F8, F11 or F12 key (depending on your BIOS) to select the DVD-ROM or the USB flash drive as the boot device.

Wait for the DVD/USB to load...


In a couple of minutes, you will see the wallpaper and the installation wizard. Select your language and click the "Install Ubuntu" button to continue...

 


Preparing to install Ubuntu

Make sure you have all the listed requirements. Optionally, you can choose to download updates while installing and/or install third-party software, such as MP3 support. Be aware, though, that if you select those options, the entire installation process will be longer!

 


Installation type

At this screen you have various options:

 


1. Reinstall Ubuntu 13.04/Install Ubuntu alongside another OS

- Choose this option ONLY if you have a previous Ubuntu 13.04 (for example a Beta version of it) installed and you want to reinstall it, or if there's another OS, such as Windows, on the target hard drive and you want to make a dual-boot system.

2. Erase OS and reinstall/Erase disk and install Ubuntu (if there's no OS on it)

- Choose this option ONLY if you have another OS and you want to install Ubuntu 13.04 on a fresh drive, replacing the existing OS. This option will completely wipe the target disk drive.

3. Encrypt the new Ubuntu installation for security (optional)

- Choose this option to fully encrypt your entire Ubuntu installation with a strong passphrase that you will have to input in the next step of the installation.

- If you choose this option, we also recommend choosing the “Overwrite empty disk space” option on the second step, for stronger security.

4. Something else (advanced)

- This option is recommended ONLY for advanced users, to create special partitions or format the hard drive with other filesystems than the default one. But it can also be used to create a /home partition, which is very useful in case you reinstall the whole system.

Here's how you do a manual partitioning with /home:

- Select the "Specify partitions manually (advanced) and click the "Forward" button;

- Make sure that the selected hard drive is the right one. /dev/sda is the first physical hard drive. /dev/sdb is the second hard drive in your machine. So, make sure that you know which is the one you want to format! Otherwise, you will lose ALL YOUR DATA on that hard drive;

- Let's say that the selected drive is empty (no other operating system or important data on it), but it has some partitions on it. Select each one of those partitions and click the "Delete" button. After a few seconds, it will say "free space." Do this with the other partitions from the selected hard drive, until they're all deleted and you have a single "free space" entry;

- With the "free space" entry selected, click on the "+" button. In the new window, type 2048 in the "New partition size in megabytes" field and select the "swap area" option from the "Use as:" drop down list. Click the OK button and, in a few seconds, you'll notice a "swap" line with the specified size;

- With the "free space" line selected, click on the "+" button. In the new window, select the "Primary" option, type a value between 30,000 and 50,000 (or whatever space you have left on the drive) in the "New partition size in megabytes" field and select /home as the "Mount point." Click the OK button and, in a few seconds, you'll notice an "ext4 /home" line with the specified size;

- With the "free space" entry selected, click on the "+" button. In the new window, select the "Primary" option, type a value between 10,000 and 50,000 in the "New partition size in megabytes" field and select / as the "Mount point." Click the OK button and, in a few seconds, you'll notice an "ext4 /" line with the specified size.

This is how your partition table should look like...



WARNING: Be aware that all the data on the selected hard drive or partition will be ERASED and IRRECOVERABLE.

EXTREMLY IMPORTANT: Don't forget to choose where GRUB will be installed, from the "Device for boot loader installation" drop-down box, before you hit the "Install Now" button.

Click the "Continue" button to start the installation process.

Editor's note: At this point the hard drive will be erase and partitioned, the DVD/USB data will be copied to the hard drive, and you can relax and continue to input the following required information.

Where are you?

This screen will feature a map of the Earth. Upon the selection of your current location, the time for the final system will adjust accordingly. You can try to guess your exact location with the mouse on the map, or just type the town in the designated field. Click the "Continue" button after you have selected your desired location...

 


Keyboard layout

On this screen, you will be able to choose a desired keyboard layout. But the default automatic selection should work for most of you. You can also click the "Figure Out Keyboard Layout" button for better recognition of your keyboard's layout. Click the "Continue" button when you have finished with the keyboard configuration...

 


Who are you?

On this screen, you must do exactly what the title says. Fill in the fields with your real name, the name of the computer (automatically generated, but can be overwritten), the name you want to use to log in on your Ubuntu OS (also known as the "username," which will be required to log in to the system), and the password.

Also at this step, there's an option called "Log in automatically." If you check it, you will automatically be logged in to the Ubuntu desktop.

Other option, called "Encrypt my home folder," will encrypt your Ubuntu installation. Click the "Continue" button to continue...



At this point, the Ubuntu 13.04 (Raring Ringtail) operating system will be installed...



After approximately 10 to 15 minutes (depending on your computer's specs), a pop-up window will appear, notifying you that the installation is complete, and you'll need to restart the computer in order to use the newly installed Ubuntu operating system. Click the "Restart Now" button...



The DVD will be ejected, or just remove the USB key and press the "Enter" key to reboot. The computer will be restarted and, in a few seconds, you will see the Ubuntu boot splash...



At the login screen, just input your password and hit Enter to log in...



That's it! Have fun using Ubuntu 13.04.



Musik